Wednesday, July 16, 2008

Bahan Galian Industri

Bahan Galian Industri

Dengan semakin bertambahnya penduduk semakin bertambah pula kebutuhan manusia akan bahan-bahan terutama bahan-bahan tambang, baik dalam hal jumlah dan jenisnya. Manusia semakin berkreasi bagaimana cara untuk memenuhi akan kebutuhannya, hal ini juga disebabkan karena kemajuan teknologi dari hasil kreasi manusia tersebut, sehingga banyak bermunculan berbagai industri yang memerlukan bahan baku dari bahan tambang.

Meningkatnya perkembang industri secara langsung meningkatkan pula kebutuhan berbagai macam bahan tambang yaitu yang lebih dikenal dengan sebutan bahan galian industri. Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan tersebut manusia berupaya untuk mencari cadangan-cadangan baru bahan tambang tersebut.

Pemakain bahan galian industri sebenarnya kurang tepat lagi karena dengan perkembangan teknologi industri manufaktur yang menuntut produk-produk bahan galian industri dengan spesifikasi tertentu yang memerlukan proses pengolahan yang panjang dan komplek serta batasan bahan galian industri yang semakin sukar ditetapkan seperti mangan, bauksit, zirkon yang merupakan bahan galian logam namun dapat diklasifikasikan sebagai bahan galian industri dimana produknya berupa mineral yang telah diolah dan digunakan langsung sebagai bahan baku dalam industri manufaktur.

Yang termasuk dalam golongan bahan galian industri disini adalah bahan galian tambang untuk industri pupuk (potasium, pospat, nitrogen, belerang), industri kimia (garam NaCl, abu soda Na2CO3, Na2SO4, boraks Na2B4O7 10H2O), industri bahan bangunan (tanah liat, batugamping,gipsum), dan industri-industri yang lain (bentonit, felspar, granit, andesit, marmer, zeolit, pasir kuarsa).

Di Indonesia beberapa konsumen bahan galian industri adalah industri kimia, pupuk, semen, pulp dan kertas, keramik dan porselin, gelas, minyak nabati, serta industri logam dasar dan barang-barang dari logam.

Secara geologi indonesia termasuk daerah yang banyak dijumpai bahan galian industri dan dalam jumlah besar, hal ini karena adanya proses aktifitas magma, pembentukan pegunungan serta proses sedimentasi yang berlangsung dalam periode waktu yang lama.

Dalam tahun-tahun mendatang prospek akan kebutuhan bahan galian industri akan semakin besar, hal ini didasarkan atas semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi, proses daur ulang pada mineral logam semakin kecil, harga komoditi bahan galian industri cukup stabil daripada komoditi mineral logam yang sering mengalami fluktuasi harga. Selain itu sumber daya bahan galian industri ini di Indonesia dijumpai sangat melimpahnya dan tersebar dimana-mana

Bahan Galian Industri

Dengan semakin bertambahnya penduduk semakin bertambah pula kebutuhan manusia akan bahan-bahan terutama bahan-bahan tambang, baik dalam hal jumlah dan jenisnya. Manusia semakin berkreasi bagaimana cara untuk memenuhi akan kebutuhannya, hal ini juga disebabkan karena kemajuan teknologi dari hasil kreasi manusia tersebut, sehingga banyak bermunculan berbagai industri yang memerlukan bahan baku dari bahan tambang.

Meningkatnya perkembang industri secara langsung meningkatkan pula kebutuhan berbagai macam bahan tambang yaitu yang lebih dikenal dengan sebutan bahan galian industri. Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan tersebut manusia berupaya untuk mencari cadangan-cadangan baru bahan tambang tersebut.

Pemakain bahan galian industri sebenarnya kurang tepat lagi karena dengan perkembangan teknologi industri manufaktur yang menuntut produk-produk bahan galian industri dengan spesifikasi tertentu yang memerlukan proses pengolahan yang panjang dan komplek serta batasan bahan galian industri yang semakin sukar ditetapkan seperti mangan, bauksit, zirkon yang merupakan bahan galian logam namun dapat diklasifikasikan sebagai bahan galian industri dimana produknya berupa mineral yang telah diolah dan digunakan langsung sebagai bahan baku dalam industri manufaktur.

Yang termasuk dalam golongan bahan galian industri disini adalah bahan galian tambang untuk industri pupuk (potasium, pospat, nitrogen, belerang), industri kimia (garam NaCl, abu soda Na2CO3, Na2SO4, boraks Na2B4O7 10H2O), industri bahan bangunan (tanah liat, batugamping,gipsum), dan industri-industri yang lain (bentonit, felspar, granit, andesit, marmer, zeolit, pasir kuarsa).

Di Indonesia beberapa konsumen bahan galian industri adalah industri kimia, pupuk, semen, pulp dan kertas, keramik dan porselin, gelas, minyak nabati, serta industri logam dasar dan barang-barang dari logam.

Secara geologi indonesia termasuk daerah yang banyak dijumpai bahan galian industri dan dalam jumlah besar, hal ini karena adanya proses aktifitas magma, pembentukan pegunungan serta proses sedimentasi yang berlangsung dalam periode waktu yang lama.

Dalam tahun-tahun mendatang prospek akan kebutuhan bahan galian industri akan semakin besar, hal ini didasarkan atas semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi, proses daur ulang pada mineral logam semakin kecil, harga komoditi bahan galian industri cukup stabil daripada komoditi mineral logam yang sering mengalami fluktuasi harga. Selain itu sumber daya bahan galian industri ini di Indonesia dijumpai sangat melimpahnya dan tersebar dimana-mana

No comments:

Zlio.com